Kondisi Munculnya Korupsi dan Suap
Kondisi munculnya korupsi dan suap di indonesia. Setelah kemarin upin membahas tentang korupsi kolusi nepotisme politik yang mengarap pada penyalahgunaan pejabat. sekarang upin dan mari kita kita prediksi bagaimana dan apa sebab munculnya korupsi dan suap khususnya di Indonesia.
Memang tidak dapat dipungkiri, korupsi dan suap saat ini telah menjadi hidangan sedap para koruptor kelas kakak hingga kelas teri. kenapa bisa begitu??? dan mengapa cuma para koruptor yang melakukan tindakan seperti itu?? mari kita kupas tuntas di sini… dan saatnya kita teriak STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia khususnya !!
Sebenarnya tidak hanya para koruptor yang melakukan tindakan seperti itu, tidak hanya pejabat saja yang melakukan korupsi dan suap melainkan banyak orang yang sebelum menjabat jadi pejabat awalnya juga doyan makanan suap suapan tersebut. sebut saja CPNS, ujian PNS menjadi lahan empuk untuk para pelaku suap dan endingnya tentu berwujud korupsi pada uang yang merupakan uang suap tersebut. nah bingungkan kata-kata upin. . . . pokok dari intinya seperti itu, silakan dicerna sendiri ya…
lalu bagaimana kondisi munculnya korupsi??? ini yang akan kita kupas pada postingan upin kali ini.
Pertama, Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
Munculnya korupsi yang kedua, Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
Ketiga, Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal dan Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
Munculnya tindakan korupsi dan suap yang keempat, Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman lama”.
Kelima, Lemahnya ketertiban hukum dan profesi hukum.
Mungkin kemunculan korupsi dan suap di Indonesia di sebabkan oleh lima hal di atas, namun ada juga kemungkinan munculnya hal tersebut karena kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa, Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil, Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum dan Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau “sumbangan kampanye”. Mungkin seperti itu yang menjadi kondisi munculnya korupsi dan suap khusunya di Indonesia. kalau ada pendapat lain silakan sumbangkan di kolom komentar ya kawan . . . .
pertanyaan upin, kapan ya saatnya yang tepat men-STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia ???